Senin, 06 Desember 2010

Banjir Lumpur





Kejadiannya sebenernya terjadi kemarin tanggal 5 Desember 2010, waktu aku dan pacar serta dua teman pacar aku perjalanan ke Jogja dari Borobudur. Sebenernya perasaan hati sedang buruk dan bad banget, pacar ketauan pernah ketemuan ama cewek lain waktu aku lagi pulang kampung. Tapi mau gag mau kan tetep harus pulang ke Yogyakarta soalnya ada acara Penulisan Sejarah dan Workshop di gedung Ki Hajar FISE UNY hari ini. Anehnya lagi waktu lagi isi bensin di daerah Karet, aku ketemu sama temen sekelas (juga ex aku), dia juga mau ke Yogyakarta sambil bawa-bawa gitar. Karena sejam sebelumnya aku nonton berita di Tivi kalo jalan di daerah Pabelan ditutup karena banjir, ehh si teman aku ini nyelonong lewat jalan pintas di daerah Progowati. Doi gag tau kalo di jalan pintas Progowati jembatan penghubungnya putus jadi dua.
Aku sama pacar aku dan dua temennya tetep milih lewat Pabelan (jalan raya Yogyakarta-Magelang), kita juga penasaran sih sama kondisi banjir lumpur tanpa tau kalo ternyata macetnya sampai sekitar 10km. Ternyata bener berita di Televisi, mulai dari Gulon sampai Salam macet total karena air sungai Blongkeng meluap akibat hujan yang terus menerus selama seharian.
Namun pemerintah daerah Kabupaten Magelang cukup tanggap darurat, hal ini terbukti selang dua jam setelah meluapnya air sungai Blongkeng, sudah tersedia 2 mesin berat pengeruk pasir dan lumpur yang menghalangi jalan. Selain itu, puluhan truk pengangkut pasir antri menunggu giliran diberi pasir gatis. Cerminan hubungan simbiosis Mutualisme, truk pasir akan mendapatkan keuntungan besar dan para pengguna jalan dapat melanjutkan perjalanan tanpa merasa terganggu dengan pasir. Ratusan relawan baik itu dari Instansi Pemerintah maupun LSM terkait. Polisi dan TNI serta puluhan Menwa Kabupaten Magelang termasuk didalamnya.
Menurut hemat saya, memang patut diberikan penghargaan terhadap apresiasi yang besar dari seluruh kalangan masyarakat baik itu mahasiswa maupun pelajar yang berniat mulia mendaftarkan diri sebagai relawan. Namun, dalam kejadian nyata seperti Banjir Lumpur sungai Blongkeng, jumlah relawan pun banjir, hingga mereka justru memenuhi jalan dan malah berfoto-foto ria. Saya tertawa melihat para relawan dadakan itu. Memang menurut saya jiwa relawan tidak dapat terbentuk begitu saja, butuh waktu minimal 1 tahun dalam bekerja sebagai relawan agar kejadian seperi di Muntilan tidak terjadi di tempat lain. :)

2 komentar:

  1. Wah.. yang kemaren lebih seru mbak, q kejebak banjir lahar dingin di kali putih. Mo balik jogja mesti muter purworejo dulu.

    Nitip link, visit my blog:

    http://bhismawords.blogspot.com/

    BalasHapus
    Balasan
    1. SAYA ATAS NAMA:PAK KAMARUDIN DARI MALAYSIA

      DULUNYA AKU TIDAK PERCAYA SAMA BANTUAN DARI
      PERAMAL TOGEL,TAPI SEKARANG AKU SUDAH PERCAYA
      KARENA SAYA SUDA MEMBUKTIKA SENDIRI.KARNA ANGKA
      YG DIBERIKAN 4D BENAR2 TEMBUS 100% ALHAMBUHLILLAH
      DPT 450 JUTA.DAN SAYA SELAKU PEMAIN TOGEL,DAN KEPERCAYAAN
      ITU ADALAH SUATU KEMENANGAN DAN SAAT SKRAG SY TEMUKAN
      ORANG YG BISA MENGELUARKAN ANGKA2 GAIB YAITU Aky WOWO
      JIKA ANDA YAKIN DAN PERCAYA NAMANYA ANGKA GOIB ANDA BISA
      HUBUNGI LANSUNG Aky WOWO DI NO_085328880180 atau Lihat SITUS RESMI AKI WOWO
      SAYA
      SUDAH BUKTIKAN SENDIRI ANGKA GOIBNYA DEMIH ALLAH DEMI TUHAN.
      INI KISAH NYAT SAYA.....

      Hapus